Tuesday, December 23, 2008

Coldplay Jiplak Joe Satriani

Band asal Inggris, Coldplay, sedang terlibat masalah yang cukup serius yaitu sebuah kasus Plagiarisme. Single milik Coldplay yang berjudul "Viva La Vida" ternyata memiliki kesamaan dengan lagu milik Joe Satriani, "If I Could Fly". Dari pihak Satriani sendiri telah memasukan berkas kasus ini ke pengadilan Los Angeles, Amerika Serikat. Hal ini dilakukan untuk menuntut kerugian dan keuntungan yang dihasilkan oleh lagu tersebut. Sementara dari pihak Coldplay sendiri mengeluarkan pernyataan melalui situs resmi mereka, 9 Desember 2008 lalu, dengan sebuah pernyataan yang berbunyi demikian, "Dengan segala hormat kepada Joe Satriani, sayangnya kami merasa perlu untuk melakukan tanggapan atas tuntutannya, jika ada kesamaan di antara kedua lagu, semua itu sepenuhnya merupakan ketidaksengajaan, bagi kami hal ini sama mengejutkannya. Joe Satriani merupakan musisi hebat, tapi dia tidak menulis atau memiliki pengaruh dalam lagu 'Viva La Vida'. Dengan penuh hormat kami meminta Joe Satriani untuk menerima jaminan kami atas hal ini dan mengharapkan yang terbaik untuk usahanya kedepan"

INFEKSI GRINDCORE

Minggu, 16 November 2008 lalu, Dead Vertical (DV) merayakan peluncuran resmi album terbarunya, ‘Infecting The World’ (Rettrevore Records), di Stardust, gedung Sarinah, Jakarta. Selain tentunya dipanaskan aksi panggung “tuan rumah”, ada pula penampilan band DeadSquad, Hard to Kill, Straight Out, Sarkastic, Burning Flame, Raja Singa, Death Valley, End of Age, Absolute Defience dan Final Attack yang turut menaikkan suhu acara tersebut. ‘Infecting The World’ sendiri merupakan album yang menuai cukup banyak pujian di berbagai media, dan membuat bendera DV semakin berkibar di komunitas metal di Indonesia, khususnya di Jakarta.
Lewat album barunya ini, menurut para personel DV, yakni Boy (gitar), Boni (bas) dan Arya (dram), mereka ingin menginfeksi manusia untuk menyadarkan bahwa saat ini tanda-tanda kiamat kecil sudah terlihat.

hehehe....

AVA TANPA GREGET

Konser grup band Angels And Airwaves (AVA) di Jakarta, Selasa malam (9/12) lalu rupanya tidak membawa kesan indah yang membekas. Sepanjang konser, band asal Amerika yang dimotori vokalis/gitaris Tom DeLonge (dulu Blink 182), dramer Atom Willard (eks The Offsprings), Matt Watcher (mantan basis 30 Seconds to Mars) serta gitaris David Kennedy yang pernah bergabung bersama Tom di grup Box Car Racer ini berlangsung membosankan.

Padahal, saat pertama muncul di atas panggung, kehadiran Tom dkk lumayan meledakkan suasana. Sambutan histeris dari sekitar 3000an penonton menggema memenuhi Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Namun setelah itu, konser yang digelar oleh JAVA Musikindo tersebut menjadi monoton. Pasalnya, penampilan Angels And Airwaves sendiri – terutama Tom – kurang bisa membangun interaksi dengan penontonnya.

padahal tampilan mereka sangat diharapkan dapat menyedot para fans AVA utuk ikut terhanyut dalam music punk rock yang rada-rada soal percintaan ni, nyata malah membosankan, karena interaksi dari si tom dan personil lainx yang kurang kepada penonton sendiri, sangat disayangkan dah....,

masalhnya music AVA itu lumayan keren, pakai fx electric2 gitu, trus fx suara yang mendawai-dawai..., jarang sih ada music yang kaya gitu...., tapi nyatanya malah tak bisa memuaskan fans-fans AVA di indonesia..., sabar ja dah buat AVA, n buat fansx AVA

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes